Tak ada bintang terlihat malam ini

Tak ada bintang terlihat malam ini, hanya karena kau yang bersinar lebih terang: bohlam-bohlam yang kita bangun tinggi-tinggi dulu, jalan-jalan bergaris aspal di kiri-kanan.

Tak ada bintang terlihat malam ini, hanya karena kau yang bersinar sedikit lebih terang: papan-papan reklame, gambar-gambar riuh ramai benderang, deret neon yang asik mengelabuhi tempat-tempat tinggal rumah kita.

Tak ada bintang terlihat malam ini, mungkin memang karena kau yang lebih terang: lampion-lampion merah, bangunan dari sisa-sisa peradaban yang lelah, dan teplok lampu warna kuning, warung di tepi-tepian toko serba ada.

feb 2012

Posted in blogs | Tagged | Leave a comment

#hamdallah

Ternyata hidup di era sekarang ini, kita tak punya banyak pilihan untuk diambil. Suatu ketika saya butuh hiburan. Lalu di akhir pekan saya mengunjungi tempat-tempat biasa orang-orang menghibur diri di kota Jogja. Malioboro, Ambarukmo Plaza, XXI, Jalan Solo. Saya tidak mengerti sama sekali, kenapa yang saya lihat di tempat-tempat itu hanya orang-orang yang berjualan? Di Malioboro sepanjang trotoar isinya cuma orang jualan. Ambarukmo Plaza, jelas itu pusat perbelanjaan. Di XXI, baru ngantri tiket aja udah dipanggil-pangil buat beli minum sama pop corn.

Ada urutan logika yang salah. Alurnya kira-kira seperti ini: Saya mencari hiburan di daerah perkotaan – saya mengunjungi tempat hiburan – saya menemukan banyak orang berjualan – saya tidak terhibur sama sekali.

“…”

Naik motor di Continue reading

Posted in daily journal | Tagged | 2 Comments

Woody Allen #2

Doctor in Brooklyn: Why are you depressed, Alvy?
Alvy’s Mom: Tell Dr. Flicker.
[Young Alvy sits, his head down - his mother answers for him]
Alvy’s Mom: It’s something he read.
Doctor in Brooklyn: Something he read, huh?
Alvy: [his head still down] The universe is expanding.
Doctor in Brooklyn: The universe is expanding?
Alvy: Well, the universe is everything, and if it’s expanding, someday it will break apart and that would be the end of everything.
Alvy’s Mom: What is that your business?
[she turns back to the doctor]
Alvy’s Mom: He stopped doing his homework!
Alvy: What’s the point?

Annie Hall (1977)

Posted in blogs | Tagged | Leave a comment

We all fear death and quention our place in universe. The artist’s job is not to succumb to despair, but to find an antidote for the emptiness of existence.

– Woody Allen, Midnight in Paris

Posted in blogs | Tagged | Leave a comment

hei!

apakah kamu masih mengunjungi tulisan-tulisan saya, seperti saya mengunjungi tulisan-tulisanmu? cuma bertanya saja sih. tapi kalau kamu suatu kali mampir, tolong beri jejakmu di sini. biar saya tahu.

itu saja sih.

 

Posted in blogs | Tagged , | 4 Comments

cinta dalam sebungkus plastik

Semangat zaman dari setiap generasi kadang bisa dilihat secara metaforik dalam benda-benda kecil sehari-hari. Dalam hal ini, generasi yang akan saya bicarakan adalah generasi mi instan.  Ini bukan hal yang enak didengar, tapi tak banyak yang sadar masyarakat kita  sekarang terdidik dengan simbolik Indomie.

Instant Noodle  pertama dibuat pada 1958 oleh Momofuku Ando, dan sejak saat itu produk massal ini menyebar ke seluruh dunia. Pada titik ini, harga sebuah sangatlah mahal. Sekitar 35 Yen atau enam kali lipat dibanding mi olahan biasa. Mi instan pertama di Indonesia kemudian tercatat dikeluarkan oleh Indofood pada 1970-an.

Mi, yang dulu dengan melelahkannya dibuat secara manual di rumah-rumah, sekarang dapat dikerjakan 5 menit saja oleh seorang balita pun. Proses produksi sebuah mi digantikan oleh mesin-mesin besar dan bumbu rempah terganti MSG. Dengan memasak sebuah mi instan di rumah, sebenarnya kita tidak melakukan proses produksi apapun. Produksi, telah selesai jauh sebelum produk mi kita beli di supermarket kesayangan kita. Ingat kan dulu kita sering makan indomi tanpa dimasak? Merebus kita itu tetap merupakan aktifitas konsumsi. Membeli sebuah  mi adalah membeli kepraktisan proses pembuatan si produk.

Yang kita terima kemudian sangat artifisial. Memang harus ada yang dikorbankan ketika sebuah proses panjang dipotong sedemikian rupa dalam kata ‘instan’.

Posted in blogs | Tagged | Leave a comment

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para mahasiswa tingkat akhirnya.

#uhuk

Posted in blogs | Tagged | 2 Comments

:)

“The memory seems really far away” – 50/50

saya akan memulai tulisan ini dengan sebuah informasi bahwa, film 50/50 itu film yang cukup keren. ibarat kereta, film ini berjalan dengan kilometer yang enak dan tidak terburu-buru. oh oke, mari kita skip omong kosong ini. hehe.

kalau kamu belom nonton film itu dan berencana untuk menontonnya,  lebih baik kamu tutup dulu halaman ini. serius. akan mengurangi efek dramatis si film kalau kamu baca postingan ini terlebih dahulu. tapi kalau kamu sama sekali ngga tertarik buat nonton, kamu bisa baca sampai habis.  Continue reading

Posted in blogs | Tagged , | Leave a comment

Hidup itu sesederhana menari di tanah lapang. Nggak harus selalu ke kanan atau kiri. Nggak harus selalu maju atau berhenti.

photocredit: http://fannypackninjas.com/index.php/page/23/

Posted in blogs | Tagged | Leave a comment

kaset + pensil

Posted in blogs | Tagged , | Leave a comment